Cara untuk Menjaga Stabilitas / Kesehatan Perusahaan Kecantikan

Pada dasarnya kesehatan perusahaan bertujuan untuk melindungi, memelihara dan mempertinggi tingkat kesehatan jasmani dan rohani manusia yang bekerja dalam suatu perusahaan, baik ia sebagai pimpinan perusahaan, karyawan/penata kecantikan maupun sebagai orang/tamu yang datang dan berurusan dengan perusahaan atau untuk dilayani dalam bidang kecantikan.

Usaha ini dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa faktor, seperti:


a.   Menjaga dan memelihara bangunan perusahaan sehingga aman dan nyaman bagi yang bekerja maupun yang berkunjung.
b.   Memenuhi penerangan yang cukup, aliran udara yang baik, penyediaan air yang cukup dan bersih, tersedianya kamar kecil yang memenuhi syarat kesehatan, tempat sampah yang tertutup dan kebersihan ruangan kerja yang terpelihara.
c.   Menjaga dan memelihara agar karyawan terbebas dari penyakit menular atau mengindap penyakit menular, sehingga tidak membahayakan terhadap karyawan ataupun pelanggan.
d.   Menyiapkan beberapa perangkat peralatan untuk pencegahan penyakit menular seperti: masker penutup mulut, sarung tangan karet yang dipakai untuk merawat pelanggan serta menjaga kebersihan.
e.   Menyediakan berbagai larutan antiseptik dan desinfektan yang efektif dan aman digunakan.

Arti dari Kesehatan Jasmaniah dan Kesehatan Rohaniah

a. Kesehatan jasmaniah;

Kesehatan jasmani artinya menjamin kesehatan tubuh lebih optimal dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

1)   Pemeliharaan tubuh dan alat-alat tubuh seperti (mandi, menyikat gigi, pemeliharaan rambut, kuku dan sebagainya secara teratur).
2)   Perhatikan dengan seksama pakaian yang dikenakan baik berupa busana itu sendiri maupun pelengkapnya, apakah ada bersih dan rapi, sesuai dengan keadaan lingkungan hidup dan lingkungan kerja.
3)   Makanlah dengan menu seimbang (4 sehat 5 sempurna).
4)   Lakukanlah senam atau olahraga lainnya sebagai latihan jasmani secara teratur, guna memperkuat otot dan melancarkan peredaran darah.
5)   Berusahalah selalu untuk memperhatikan sikap tubuh yang baik seperti: sikap berdiri, duduk ataupun berjalan, agar tidak terjadi ketegangan dan kelelahan otot yang tidak perlu terjadi.
6)   Selalulah menjadikan hidup ini menjadi suatu irama yang teratur, guna pemeliharaan kesehatan, seperti: waktu kerja, istirahat, makan/minum, latihan jasmani, rekreasi dan pembinaan jiwa.


b. Kesehatan rohani / rohaniah

Kesehatan rohaniah maksudnya adalah cerminan jiwa saat kita melakukan pekerjaan, seperti:

1)   Sebelum memulai pekerjaan pasanglah niat dengan baik.
2)   Amati jenis pekerjaan apa yang akan dilakukan dengan cermat, bukan gegabah.
3)   Lakukan suatu pekerjaan dengan hati yang tenang dan damai, bukan melakukan pekerjaan secara terpaksa, sebab bila terpaksa tidak dapat dicapai hasil yang maksimal. 

Penerapan Anatomi Kulit Kepala dan Rambut Terhadap Pencapaian Kesehatan

Sebagaimana telah dijelaskan pada bahagian terdahulu tentang anatomi secara keseluruhan baik masalah kulit kepala maupun yang berhubungan dengan rambut. Anatomi yang berarti adalah susunan dari kulit kepala dan rambut, maka di dalam perawatan kulit kepala dan rambut haruslah disesuaikan dengan situasi anatomi itu sendiri.

Berkaitan dengan bidang kesehatan dan kecantikan rambut, maka anatomi kulit kepala dan rambut merupakan pengetahuan yang harus diterapkan pada setiap pekerjaan yang berhubungan dengan tata kecantikan rambut. Sebagai contoh dalam perawatan kulit kepala dan rambut, mewarnai rambut, mengeriting ataupun menata rambut, maka dalam penerapannya seorang ahli kecantikan harus dapat menganalisa kondisi dan karakteristik rambut pelanggan seperti: jenis kulit kepala dan rambut, diameter, elastisitas, tekstur, porositas, tingkat kesuburan, bentuk, warna, panjang pendeknya rambut dan kelainan-kelainan yang ada pada kulit kepala dan rambut.

Analisa kulit kepala dan rambut dapat dilakukan dengan cara wawancara pada pelanggan, pengamatan dan perabaan kulit kepala dan rambut. Melalui pengamatan dan perabaan kita dapat mengetahui berbagai kondisi sebagai berikut :

1. Jenis Kulit Kepala dan Rambut

Jenis kulit kepala dan rambut dapat dibedakan atas; jenis kulit kepala dan rambut yang normal, jenis kulit kepala dan rambut yang berminyak serta jenis kulit kepala dan rambut yang kering.

2. Diameter Rambut

Diameter rambut adalah merupakan besar kecilnya batang rambut, dimana hal ini dapat dibedakan atas, halus, sedang dan kasar.

3. Elastisitas Rambut

Elastisitas rambut merupakan sifat batang rambut yang dapat menentukan keberhasilan dalam penataan rambut. Elastisitas rambut dibedakan atas, elastisitas yang baik, sedang dan buruk.

4. Porositas Rambut

Porositas rambut adalah merupakan kondisi-kondisi yang ditentukan oleh cuticula rambut. Untuk cuticula yang sangat terbuka maka kondisi rambut ini dikatakan porus, sedangkan cuticula yang sangat tertutup rambut tersebut dikatakan resistant atau porositas yang sangat jelek.

5. Tingkat Kesuburan Rambut

Tingkat kesuburan rambut dapat menentukan tebal tipisnya pertumbuhan dari rambut.

6. Warna Rambut

Warna rambut ditentukan oleh zat pigmen yang ada pada batang rambut. Setiap orang memiliki warna rambut yang berbeda-beda seperti ; adanya rambut yang bewarna merah, rambut yang bewarna kecoklat-coklatan, rambut yang bewarna coklat, rambut yang bewarna kuning sampai rambut yang bewarna hitam.

7. Panjang Pendek Rambut

Panjang pendeknya rambut dapat dibedakan atas; rambut dikatakan pendek adalah apabila kepanjangannya mencapai tengkuk, sedangkan rambut yang panjangnya sampai pada bahu dikatakan panjangnya sedang dan bila panjang rambut tersebut melebihi dari bahu maka disebut rambut panjang.

8. Kelainan yang Ada Pada Kulit Kepala dan Rambut

Kelainan-kelainan kulit kepala dan rambut dapat dilihat apakah hal tersebut merupakan kontra indikasi atau hanya kelainan biasa dalam arti apakah perawatan ataupun penataan dapat dilakukan.

Tips / Cara dan Upaya Pencegahan Penyakit Kulit Kepala dan Rambut

Agar setiap penyakit kulit kepala dan rambut baik yang termasuk kelompok menular maupun yang tidak menular, dapat dihindari tentulah kita harus memahami penyebab penyakit tersebut.

Seperti telah diuraikan di depan bahwa suatu penyakit untuk pindah (menular) lalu berkembang sangatlah mudah sedangkan untuk pengobatan tentu akan merepotkan, oleh karena itu pokok utama yang harus diperhatikan sebagai tindakan pencegahannya adalah sebagai berikut:

a.   Rambut dan kulit kepala haruslah selalu dalam keadaan bersih.
b.   Semua peralatan yang dipergunakan haruslah bersih dan steril (perhatikanlah sanitasi alat-alat). Setidaknya satu kali dalam dua hari harus dicuci bersih dan bila perlu memakai air panas untuk beberapa alat tertentu seperti sisir, jepitan kawat, dan sebagainya.
c.   Usahakan alat-alat untuk perawatan rambut (alat-alat tertentu, seperti sisir, jepitan, sisir blow ataupun tutup kepala tidak dipakai oleh orang lain/sembarang orang, karena akan sangat mudah untuk menularnya penyakit-penyakit rambut.
d.   Bila terlihat tanda-tanda seperti jamur dikulit kepala, secepatnya diobati dengan obat anti jamur. Atau bila sudah terlihat kelainan-kelainan pada rambut seperti putih-putih atau patah-patah lalu menyerupai serabut, lakukanlah perawatan berkala secara teratur dan pilihlah bahan kosmetika untuk perawatan yang sesuai seperti krim atau minyak.

e.   Bagi orang yang menyenangi binatang piaraan seharusnyalah memelihara bianatang tersebut dengan benar, misalnya mengatur makanan baik tempat ia makan maupun yang dimakannya, tempat kotorannya (tidak disembarang tempat), pengaturan mandinya, dan tempat tinggal/kandangnya. Ini semua bertujuan untuk mencegah penyakit yang ditularkan melalui kutu/kotorannya. Biasanya kutu-kutu binatang akan pindah tempat kekulit kepala manusia lalu ia bersarang dan terjadi peradangan dan akhirnya berkembang biak dikepala. Hal ini tentu saja mengganggu pertumbuhan rambut.
f.    Untuk orang-orang yang gemar berenang, bila berenang di kolam renang umum, hendaklah berhati-hati dan selalu memakai tutup kepala. Ini bertujuan untuk menghindari gangguan penyakit piodra yang mengganggu kesuburan rambut.
g.   Bagi penderita kulit kepala yang termasuk kelompok trichophyton baik disebabkan oleh jamur maupun oleh eksim seperti telah diterangkan sebelumnya, maka paling penting kita ketahui untuk pencegahannya yaitu dengan menghindari/mencegah bila terlihat tanda-tanda bercak-bercak. Apalagi bila diiringi dengan warna kuning dan basah, secepatnyalah berobat dan menghindari makanan yang berlemak, menghindari pikiran-pikiran stress dan menghindari banyaknya keringat keluar.
h.   Memperhatikan gizi yang seimbang dalam kehidupan sehari-hari untuk pertumbuhan rambut sehat. 

Macam-macam Jenis Kelainan Pada Rambut

Kelainan-kelainan pada rambut dapat terjadi pada batang rambut atau akar rambut, dimana penyebabnya dapat saja berasal dari luar maupun dari dalam badan. Gangguan pada akar rambut secara otomatis akan menyebabkan gangguan pada batang rambut, sedangkan gangguan pada batang rambut belum tentu sampai menyebabkan gangguan pada akar rambut.

Tranggono (1992:21) menjelaskan, bahwa kelainan-kelainan pada batang rambut yang tidak sampai mempengaruhi akar rambut, misalnya batang rambut yang terbelah ujungnya, kekeringan dan kekusaman akibat berjemur disinar matahari, rapuh karena tindakan pengeringan dengan alat-alat yang panas (blow-dry), pengeritingan, pelurusan, pewarnaan dan sasakan.

Sementara itu kelainan-kelainan rambut yang dapat sampai mempengaruhi akar rambut, misalnya rambut yang kusut sehingga waktu disisir banyak yang putus atau tercabut dengan akar rambutnya, infeksi karena jamur dan kuman serta keracunan bahan-bahan kimia atau cat rambut yang sampai ke akar rambut.  

Kelainan-kelainan pada akar rambut kebanyakan disebabkan oleh faktor-faktor yang datang dari dalam badan antara lain:

a.   Karena demam. Hal ini akan menyebabkan kentalnya darah, di samping itu penguapan air sel, yang disebut juga dengan dedikasi, sehingga menyebabkan akar rambut rontok dan kusam.
b.   Gangguan keseimbangan hormon. Bila hormon tidak seimbang atau mengalami gangguan, maka hal ini akan menampakkan kelainan pada akar rambut dan kulit kepala.
c.   Ketidakseimbangan makanan. Makanan sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan rambut. Orang yang menu makanannya tidak seimbang atau menyukai makanan-makanan yang disenangi saja atau kekurangan protein maupun kelebihan vitamin A, jelas akan membuat kelainan-kelainan pada rambut. Keracunan makanan atau obat. Misalnya banyak menelan obat-obat kanker. Hal ini akan menyebabkan kerontokan rambut.

Sehubungan dengan beberapa kelainan yang sering ditemukan pada rambut manusia, apakah kelainan itu datang dari dalam maupun yang datang dari luar seperti yang telah dijelaskan, maka apabila kelainankelainan tersebut kurang diperhatikan tentu akan berubah menjadi penyakit, baik itu penyakit rambut atau bahkan meluas menjadi penyakit kulit kepala.

Berkaitan dengan penjelasan di atas tentang kelainan-kelainan yang ditemukan pada kulit kepala dan rambut, maka bila kita kurang memperhatikan tentu akan berakibat lebih fatal terhadap kondisi rambut.
Kelainan-kelainan pada rambut haruslah mendapat perhatian khusus, bila kita menginginkan rambut sehat dan subur.

Adapun beberapa kelainan yang menyerang rambut, walaupun kelainan-kelainan ini terkelompok tidak menular, kelainan-kelainan adalah sebagai berikut:

1.   Penyakit mutiara, ialah semacam benda-benda kecil yang melekat pada rambut, bentuknya bulat berwarna abu-abu agak kepurihputihan. Ditempat ini rambut mudah patah dan ujungnya berbelah. Biasanya disebabkan oleh kurang bersihnya pada saat pencucian rambut atau adanya sisa-sisa zat kimia seperti shampo, hair spray (bahan-bahan kosmetika untuk penataan rambut). Di samping itu yang paling mendasar lagi adalah adanya kerusakan pada lapisan batang rambut.
2.   Cinities adalah istilah untuk rambut beruban (rambut putih). Rambut uban terjadi bila zat warna/pigmen rambut mulai menghilang terdesak oleh hawa. Kondisi rambut uban dapat terjadi karena faktor usia, cacat bawaan, keturunan, dan sebagainya. Di samping itu penyebab cinities ini juga karena suatu penyakit misalnya lepra atau goncangan jiwa yang tiba-tiba, banyak pikiran dan sebagainya. Cinities ada 2 macam yaitu: 1) Congenital Cinities, ini terjadi sejak lahir. Jadi pada rambutnya tidak ada zat warna (pigmen) dan kadang-kadang dia terdapat disekelompok rambut kepala.  2) Acquire Cinities, muncul setelah orang mulai berumur atau menjelang usia dewasa. Biasanya ini disebabkan oleh depresi mental, kecemasan, nervous, sakit yang lama atau sakit turunan.
3.   Trichoclasia adalah penyakit rambut yang ditandai dengan timbulnya simpul-simpul pada batang rambut yang berwarna putih-putih seperti penyakit mutiara. Ini disebabkan karena matrix rambut terganggu. Bila selang seling putih-putih tersebut sudah mulai muncul, maka rambut akan mudah putus-putus (rapuh), karena tidak mendapat oksigen yang merata pada setiap batang rambut.
4.   Trichoptilosis, ialah keadaan dari ujung rambut yang pecah-pecah menyerupai serabut. Hal ini timbul karena kurang perawatan, di samping itu juga disebabkan gizi yang tidak seimbang, cara pemakaian kosmetika yang kurang cocok/tidak tepat, sering terkena terik matahari dan terlalu sering menggunakan alat-alat listrik untuk perawatan rambut.
5.   Hypertrichosis/hirsutisme adalah suatu istilah untuk rambut yang tumbuh melebar dan tebal secara berlebih.
6.   Trichorhexis Nodosa ialah rambut yang pada jarak tertentu membesar, menonjol/menebal dan didekat benjolan itu rambut pecah seperti serabut pada bagian ujungnya dan kadang terjadi simpul-simpul. Hal ini disebabkan karena rambut kekurangan minyak dan zat protein, sehingga terjadi kemunduran pada kualitas keratin batang rambut. Perhatikanlah gambar berikut ini: Gambar. 2.7. Bentuk Penyakit Rambut Dari Trichorhexis NodosaSumber : Rostamailis (2005)
7.   Monilethri/monilethria ialah pada jarak tertentu dibatang rambut tumbuh semacam kelainan pada batang rambut tersebut yakni tumbuh rambut secara menebal dan kemudian menipis lalu putus-putus, setelah itu ujung-ujung rambut juga seperti serabut. Biasanya bila rambut mengalami hal seperti itu, maka kulit kepala menjadi kering. Penyebab yang utama adalah karena keturunan.  
8.   Alopecia, atau disebut kebotakan adalah kelainan rambut rontok secara terus menerus hingga kepala mengalami kebotakan, yang sering mengalami kerontokan yang berakibat botak.

Kebotakan atau alopecia adalah kelainan rambut rontok secara terus menerus hingga kepala mengalami kebotakan, yang sering mengalami kerontokan yang berakibat botak.


Sesuai dengan tipe kebotakan maka terdapat berbagai alopecia antara lain:

1)   Alopecia areata ialah, kebotakan yang terjadi pada tempat-tempat tertentu, berbentuk bulatan-bulatan atau diistilahkan juga dengan kebotakan setempat.
2)   Alopecia adusta ialah, kebotakan yang disebabkan oleh pembawaan (botak asli) sejak lahir. Keadaan botak ini bisa seluruhnya atau sebagian dari rambut dikepala.
3)   Alopecia senetis ialah, kebotakan yang terjadi karena faktor usia, yaitu pada umur yang sudah semakin tua, rambut yang rontok tidak tumbuh lagi.
4)   Alopecia sebor heica capitis ialah, rambut rontok terus menerus. Hal ini juga disebabkan oleh karena adanya gangguan penyakit pada kelenjar minyak (kelenjar sebasea)
5)   Alopecia cecatricata ialah, karena sesuatu hal (misalnya sakit dan lain-lain), sehingga kulit tidak wajar keadaannya. Tanda-tandanya yaitu; timbulnya lingkaran-lingkaran atau berbentuk lonjong bahkan ada juga yang tidak teratur.
6)   Alopecia dynamica ialah, kerontokan rambut karena kerusakan pada folicle, ini diakibatkan oleh suatu infeksi yang menyerang follicula atau karena proses penyakit lain misalnya karena akibat infeksi jamur. Alopecia dynamica sama dengan alopecia follicularis, rusaknya folicle rambut sehingga rambut jadi sakit.
7)   Alopecia syphylitica ialah, kerontokan rambut akibat syphilis.
8)   Alopecia localis ialah, rambut rontok setempat, biasanya disebabkan oleh gangguan pada urat saraf yang berada di sekitar daerah yang rontok tersebut (terkena benturan keras).
9)   Alopecia moligua ialah, sebutan bagi sejenis alopecia tetapi lebih parah dan menetap.
10)    Alopecia universatis ialah, kerontokan rambut secara massal (seluruh tubuh). Ini disebabkan karena menderita sakit yang agak parah. Misalnya demam typhus dan sebagainya.
11)    Alopecia adnoda yakni, kerontokan rambut karena pembawaan (botak asli).
12)    Alopecia prematura artinya kerontokan rambut pada usia yang masih muda (belum waktunya). Alopecia prematura ini terbagi pula atas 2 jenis yaitu; alopecia prematura idiophatica adalah rambut rontok dimulai pada tiap-tiap waktu sebelum pertengahan umur. Sedangkan alopecia prematura synato neatika ialah kerontokan yang diderita karena sakit, ini bisa menyerang sebagian badan atau kepala bahkan bisa secara keseluruhan.

Untuk itu setiap orang yang menderita penyakit alopecia ini seharusnya mengatahui penyebabnya. Alopecia secara umum disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

1)   Makan yang kurang teratur, tentu kesehatan akan terganggu, sehingga menyebabkan tubuh mengidap/kekurangan zat kapur, vitamin-vitamin, kurang darah, kelenjar-kelenjar dalam tubuh tidak bekerja dengan baik atau karena penyakit infeksi seperti tifus atau sifilis.
2)   Karena sering mengalami penyakit rambut seperti penyakit mutiara dan lain sebagainya.
3)   Mengidap penyakit kulit kepala misalnya ketombe atau tinea.
4)   Keadaan fisik yaitu ketegangan saraf yang berlangsung lama, banyak pikiran, atau mental mengalami stress.
5)   Karena keadaan mekanis, terus menerus memakai topi/tutup kepala yang ketat atau tidak memberi udara sama sekali buat rambut.
6)   Faktor keturunan, hal ini termasuk faktor yang agak susah dalam pengobatan. 

Macam Jenis Kelainan Pada Kulit Kepala

Banyak masalah rambut yang dialami oleh manusia pada masa kini, mungkin karena perkembangan zaman yang semakin maju dan terdapat banyaknya alat-alat canggih ataupun bahan-bahan/obat-obatan yang dipergunakan oleh manusia itu sendiri. Sehingga begitu banyak ditemukan permasalahan mengenai rambut yang mungkin hal ini tidak ditemui oleh nenek moyang kita pada masa lalu.

Dengan perkembangan teknologi tersebut, baik berupa alat-alat untuk memeriksa atau mengenal maupun penemuan-penemuan berupa bahanbahan yang dipergunakan untuk pencegahan berbagai penyakit rambut serta pengobatannya, maka jelas dapat membantu setiap orang yang mengalami berbagai masalah rambut tersebut.

Setiap orang mengalami berbagai masalah rambut dan kulit kepala, yang sering diistilahkan dengan “Patalogi Rambut”. Dengan demikian patalogi rambut itu adalah suatu ilmu yang mempelajari dan mengetahui keadaan rambut yang tidak sehat. Maksudnya apakah pada pertumbuhan rambut terdapat gangguan yang berupa kelainan-kelainan baik pada kulit kepala ataupun pada rambut itu sendiri. Hal ini tentu akan memudahkan kita dalam memilih bahan-bahan/obat-obatan yang dibutuhkan rambut, alat-alat yang mendukung, serta cara pemakaiannya dengan tepat dan benar.

Sehubungan dengan kondisi adanya berbagai kelainan kulit kepala dan rambut, maka bagi penata kecantikan rambut perlu memperhatikan kondisi kulit kepala dan rambut baik untuk diri sendiri maupun bagi pelanggan.

1. Kelainan-kelainan Kulit Kepala

Kelainan kulit kepala dapat ditinjau dari penyebabnya. Kelainan kulit kepala dan folicle rambut secara garis besar dapat dikelompokan sesuai dengan faktor penyebabnya, yakni sebagai berikut:

a. Bakteri atau mikroba

Bakteri atau mikroba dapat menimbulkan peradangan kulit kepala. Kelainan-kelainan yang ditimbulkannya adalah berupa;

1) Bisul (furunkulosis)

Kelainan ini adalah merupakan peradangan terbanyak yang disebabkan oleh kuman stafilokokus. Bisul ini sering dimulai dari wujud sebagai peradangan folicle rambut yang kemudian menjalar ke jaringan sekitarnya.

Penyerangan kuman-kumannya adalah pada bagian tengah jaringan yang kemudian kuman-kuman tersebut akan mati. Jaringan kulit disekitarnya menjadi lebih padat, yang selanjutnya membentuk dinding. Bisul yang membatasi jaringan sentral yang mati yaitu mata bisul. Folicle rambut dan rambutnya menjadi hancur, sehingga rambut menjadi rontok.

2) Bisul batu (karbunkulosis)

Sementara diawali dengan timbulnya peradangan, terutama pada folicle rambut yang berdekatan, sehingga tumbuhlah bisul yang besar dengan mata lebih dari satu. Kelainan ini sering ditemukan pada penderita diabetes mellitus/kencing manis. Apabila kelainan ini mengalami penyembuhan, maka ia akan meninggalkan bekas jaringan parut dan sering berakibat kebotakan yang permanen.  

b. Dermatitis papilaris capillitii

Kelainan ini merupakan peradangan folicle rambut, disertai dengan pennanahan (supurasi) kulit dibagian belakang kepala. Bila dilihat secara gambaran klinis ia berupa pita melintang dibelakang kepala. Pita itu terdiri atas folicle meradang dengan bagian tepi-tepi yang kasar dan keras, karena pembentukan jaringan parut berlebihan (keloid). Keadaan ini adalah sangat menahun (kronis) dan disebabkan oleh stafilokokus.

c. Kelainan karena infeksi jamur

Infeksi jamur pada kulit kepala (tiniakaiplis). Infeksi ini dapat disebabkan oleh beberapa jenis jamur. Akan tetapi ada pula yang melibatkan batang rambut menjadi mudah patah, sehingga menyebabkan kebotakan.

d. Peradangan menahun

Penyebab dari perdangan menahun adalah oleh dermatitis seboroicha, dimulai pada kulit kepala. Kemudian akan menyebar sampai ke dahi, alis, kelopak mata dan sebagainya. Tanda-tanda seboroicha terlihat meradang seperti kemerah-merahan, kulit mengelupas dan berupa sisik-sisik yang halus.

e. Serangga

Gangguan parasit jenis serangga seperti infeksi kutu kepala yang disebut Pediculosis capitis. Kutu kepala ini sebetulnya adalah infeksi rambut oleh kutu kepala, yang penularannya terjadi karena kontak
langsung.

Pada dasarnya kutu itu sendiri tidak mempengaruhi pertumbuhan rambut, namun menimbulkan rasa gatal yang hebat pada kulit kepala karena gigitannya. Karena rasa gatal ini penderita menggaruk-garuk yang akan menyebabkan infeksi sekunder. Kasuskasus berat dapat berupa abses ataupun borok yang banyak dijumpai di daerah belakang kepala. Rambut di daerah ini kering dan kusam, bahkan dapat bergumpal-gumpal karena nanah yang mengering sehingga berbau busuk. Telur-telur kutu (nits) melekat pada pangkal batang rambut, umumnya di daerah belakang telinga.

f. Sindap/ketombe

Istilah lain dari sindap disebut seborocheic dermatitis, maksudnya adalah pelepasan sel-sel kulit kepala yang sudah mati secara berlebihan. Berdasarkan wujudnya sindap terbagi atas 2 bagian; 1) Sindap kering (pityriasis capitis simples) Sindap kering dapat dilihat dengan tanda yaitu adanya sisik-sisik berwarna putih hingga kuning dan kehitam-hitaman, mengkilat serta kering pada kulit kepala.

Akibat dari sindap kering ini adalah sangat gatal, rambut rontok karena terganggu pertumbuhannya. Tentu dalam hal ini tugas kulit kepala mendapat rintangan. Apa sebenarnya penyebab dari sindap ini ?. Dari beberapa pendapat baik para dokter seperti Darmohusodo (1980:158) maupun Tranggono (1987:7) serta ahli kosmetik Tilaar (1981:45) mengatakan bahwa:

Sindap tersebut disebabkan oleh jamur. Jamur itu jatuh dari atas kepala atau pindahan dari sisir rambut, maka ia akan berkembang biak. Dan akan sangat mudah sekali berkembangnya, apabila daya tahan
tubuh kita sedang menurun. Jamur akan mengganggu fisiologi kulit dan akan menyebabkan proses pembentukan stratum corneum yang terjadi lebih cepat, hingga terdapat sisik-sisik sindap yang bertumpuk.

Di samping itu jamur ini juga mengganggu fisiologi kelenjar sebaceus dan bisa menjadi lebih aktif atau sebaliknya. Seandainya higiene rambut atau kulit kepala kurang baik, merupakan faktor yang sangat memudahkan untuk berkembang biaknya jamur tersebut.


2) Sindap basah (pityriasis steatoides)

Tanda-tanda dari sindap basah adalah berupa sisik-sisik berwarna seperti juga sindap kering, tetapi bukan kering melainkan basah. Ciri-ciri yang lain sama seperti sindap kering dan akibat yang ditimbulkannya.

Sindap basah banyak terjadi pada orang yang memiliki jenis kulit kepala dan rambut berminyak dan kurang memperhatikan kebersihannya sehingga kadang-kadang sindap basah ini agak berbau dibandingkan sindap kering. Di samping itu rambut lebih susah dalam penataannya.

g. Tinea capitis/kadas/ringworm

Istilah tinea capitis sering juga disebut dengan kadas atau ringworm, karena penyakit ini umumnya menyerang kulit kepala dan rambut. Biasanya penyakit ini paling banyak menghinggapi anak-anak dibanding pada orang dewasa. Tanda-tanda kelainan ini antara lain; rasa sangat gatal, tetapi pembentukan sisik-sisik tidak terlalu menular dan akan menular bila terjadi kontak yang lama.

Menurut ahli kedokteran penyakit ini banyak menyerang bagian barat daya Amerika Serikat dan Eropa Timur. Selain dari tanda-tanda itu ada lagi tanda yang berupa kerak berbentuk mangkok (cekung), berwarna kuning. Kerak ini ada yang kering dan ada pula yang basah. Penyakit ini sangat gatal dan disertai dengan kerontokan rambut, baunya sangat tidak sedap seperti kencing tikus. Hal ini akan diperburuk lagi apabila terlalu banyak memakan makanan yang berlemak, keringat yang banyak dan pikiran stress.

h. Scobiosis

Adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh sejenis parasit hewan/kutu kudis. Penyakit ini ditandai dengan bintilan-bintilan dan selalu timbul keinginan untuk menggaruk-garuk. Karena dia menular, maka disetiap tempat yang digaruk akan tumbuh dan berkembang.

Kutu akan membuat liang/lobang yang akan dijadikan rumahnya di dalam kulit dan menimbulkan perasaan gatal, sehingga sering digaruk yang selanjutnya timbul tanda-tanda garukan serta tanda peradangan. Penyakit ini lebih dulu menyerang kulit kepala. Jelas mengganggu pertumbuhan rambut dan penampilan seseorang.

i. Piodra

Piodra berarti batu. Piodra ini disebabkan oleh sejenis jamur, parasit tumbuh-tumbuhan. Biasanya jamur tersebut berada pada permukaan rambut dan tidak merusak batang rambut bagian dalam. Tanda-tanda rambut terkena penyakit piodra ini adalah terdapatnya bintik-bintik hitam atau coklat agak lonjong yang besarnya lebih dari ukuran mikroskopic, (sampai cukup besar) hingga dapat dilihat dengan mata biasa.

Gambar. 2.6. Bentuk Piodra Yang Melekat Pada Rambut Sumber : Rostamailis (2005)

Piodra ini merupakan penyakit endemis yang disebabkan oleh kelembaban udara di tempat-tempat tertentu. Karena itu sering ditemukan penderitanya pada orang-orang yang gemar berenang. 

Macam-macam Fungsi Rambut

Sepanjang sejarah peradaban manusia, rambut selalu menempati kedudukan penting. Kedudukan penting tersebut berkaitan langsung dengan berbagai fungsi rambut.

Adapun fungsi utama rambut adalah sebagai berikut:

1. Pelindung

Ketika nenek moyang manusia masih hidup dihutan belukar dan tinggal di dalam gua-gua, satu-satunya pelindung utama bagi kepala adalah rambutnya. Akibat berbagai benturan dan gesekan dengan kekejaman alam sekitar diperkecil oleh rambut subur yang tumbuh dikepala.

Kandung rambut di dalam kulit berhubungan langsung dengan ujungujung saraf perasa, dengan cepat mampu mengantar denyut-denyut sinyal ke otak, sehingga manusia segera mampu bereaksi terhadap keadaan yang menjadi penyebabnya.

Jika kita mendadak menjadi sangat tegang atau sangat ketakutan, otot penegak rambut yang menempel dikandung rambut dalam kulit akan mengerut dan menjadikan rambut, bulu kuduk, atau bulu roma kita berdiri. Keadaan ini merupakan peringatan dini agar kita segera dapat bereaksi terhadap hal-hal yang secara instingktif perlu kita hindari.


2. Penghangat

Selain sebagai penyangga benturan dan alat sensorik, rambut akan memberi kehangatan kepada tubuh manusia. Manusia purba yang hidup dialam terbuka dengan segala kekerasannya. Rambut kepala yang paling dominan pertumbuhan dan ketebalannya, membentuk semacam insulator alami yang menjaga stabilitas suhu kulit kepala dari pengaruh suhu udara disekitarnya. Dinginnya udara sekitar tidak dapat langsung mengenai kulit kepala berhubung adanya insulator udara yang memperoleh pemanasan tetap dari suhu badan kita.

Sebaliknya, panasnya udara sekitar akan meningkatkan suhu insulator yang segera merangsang terjadinya perkeringatan. Kulit kepala akan terbasahi oleh keringat. Keringat akan menguap dan untuk menguap membutuhkan panas yang akan diambil dari suhu kulit kepala. Dengan demikian tidak akan terjadi peningkatan suhu kulit kepala.

3. Penambah Kecantikan

Namun apabila ditinjau dari sisi estetika, rambut juga memiliki fungsi sebagai berikut:

a. Pertanda status sosial

Berkembangnya suatu peradaban membawa serta terbentuknya strata sosial. Rambut yang dapat ditata dalam berbagai bentuknya, kemudian dijadikan salah satu tanda status sosial pemiliknya. Manusia primitif menghias rambutnya dengan tulang, manik-manik dari kerang dan bulu burung besar dengan maksud menakut-nakuti musuhnya, sekaligus menunjukkan status kepimpinan atas kaumnya.

Di kalangan bangsa Gaul yang dulu berwilayah dari Sungai Rhein dan Pegunungan Alpenia di Timur, Laut Tengah dan Pegunungan Pyrenis di Selatan hingga Samudera Atlantik di Barat Laut, yang sebagian besar bekas wilayahnya kini menjadi negara Prancis, peringkat sosial seseorang diwujudkan dalam kepanjangan rambutnya.

Para bangsawan dan jenderal Gaul memiliki rambut sangat panjang. Ketika dalam suatu pertempuran Julius Cesar (100-44 SM) berhasil menaklukan mereka, kaisar Romawi ini pun segera memerintahkan agar mereka memotong rambutnya. Tindakan ini bukannya hanya sekadar suatu penghinaan, melainkan sebagai pertanda penghambaan diri mereka kepada kekaisaran Romawi. Para budak dilingkungan kekaisaran Romawi juga harus mencukur rambutnya.  

Pada umumnya kaum wanita Mesir Purba, juga mencukur rambutnya, berhubung dengan iklim panas dan alasan kebersihan dan kesehatan. Mereka menggunakan wig sebagai pengganti rambut aslinya. Hanya para pendeta dan para budak saja yang harus mencukur rambutnya tanpa diizinkan memakai wig. Dilingkungan bangsa-bangsa Anglo Saxon, rambut panjang terurai menandakan kegadisan dan kebebasan menikah.

Sampai pada usia tertentu, meskipun belum juga menikah, para wanita muda tersebut dapat mengepang rambutnya. Tetapi pada hari pernikahannya, kepang harus dilepas dan rambut harus dibiarkan terurai bebas di atas bahu, sebagai perlambang kegadisannya. Setelah upacara pernikahan usai, rambut harus dipangkas pendek sebagai lambang penghambaan diri kepada suaminya.

Di daratan tinggi Skotlandia masih dijumpai kebiasaan, wanita bersuami harus mengikat rambutnya dengan kain linen putih, sesuatu yang sering dipandang lebih penting daripada mengenakan cincin kawin. Sedangkan para janda diharuskan menutup rambut dengan topi hitam bertali penahan didagu. Kesemuanya itu bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui status sosial mereka, pendeta atau budak, status pernikahan mereka, masih gadis, sudah bersuami, atau sudah menjanda. Perlakuan demikian itu sangat diskriminatif terhadap kaum wanita, tetapi memang begitu kenyataannya.

b. Identitas profesi

Rambut juga lazim digunakan sebagai identitas profesi yang bersangkutan. Di zaman kekaisaran Romawi, ketika para penguasa dan para bangsawan sering membubuhi rambutnya dengan serbuk emas atau perak sebagai pertanda kebangsawaannya, para wanita penjaja seks yang dalam lingkungan kekaisaran Romawi diberi status legal, dilindungi dan dipungut pajak, diharuskan mewarnai kuning rambutnya sebagai identitas profesinya. Pewarnaan dapat menggunakan ramuan pewarna rambut zaman itu, atau menggunakan wig berwarna kuning.

Ratu Messalina (circa 48 M) istri kaisar Claudius I (10 SM- 54 M) yang terkenal akan gairah seksualnya, menggunakan wig berwarna kuning agar dapat bebas pergi ke lorong-lorong kota Roma guna mendapatkan kawan berkencan. Tetapi Ratu ini cukup ceroboh dengan sering meninggalkan wig ditempat kencannya. Akibatnya, beberapa hari kemudian selalu ada saja pria berbeda yang mengantarkan wig tersebut ke istana. Ratu yang konon sangat cantik itu kemudian harus mengalami nasib tragis dihukum mati atas perintah suaminya, Kaisar Claudius I. bukan hanya karena penyelewengannya saja, tetapi lebih dikarenakan ketika Kaisar Claudius I berada di luar Roma, Messalina mengumumkan secara terbuka rencana pernikahannya dengan Galius Silius, termasuk niatnya menjadikan pria tersebut sebagai pengganti Kaisar Claudius I.

Hingga di zaman modern ini, tata rambut sebagai identitas profesi masih dapat dilihat dilingkungan kerajaan Inggris. Ketua Parlemen, para pejabat peradilan seperti hakim, jaksa dan penasihat hukum harus menggunakan tata rambut tertentu, yang untuk kepraktisannya kini sudah dibentuk sebagai wig desain khusus. Wig itu harus dikenakan saat menjalankan profesinya.

Selain itu, dilingkungan kaum pria yang berprofesi seniman, pelukis, pemusik, penulis, penyair dan pemikir, terdapat kebiasaan memelihara panjang rambutnya. Ini bukan berarti ingin tampak eksentrik, melainkan lebih merupakan manifestasi kejiwaan, bahwa mereka adalah kaum penganut azas kebebasan dan kemandirian. Sebab tanpa kebebasan dan kemandirian, karya seni dan temuan ilmiah sulit dilahirkan. Mengapa harus berambut panjang ?

Karena rambut pendek apalagi yang pendek sekali sudah terlanjur menjadi simbol pengekangan, pendisiplinan dan hilangnya kebebasan. Hal ini tercermin dari adanya keharusan berambut pendek dilingkungan narapidana, dilingkungan siswa sekolah, dilingkungan biarawan dan biarawati dan dilingkungan anggota angkatan bersenjata.

c. Menunjang penampilan

Terciptanya mode tata rambut diciptakan hanya untuk lingkungan istana dan kaum bangsawan saja. Tujuan semula adalah untuk membedakan penampilan mereka dengan kaum kebanyakan. Para penata rambut istana membuat beberapa desain tata rambut untuk dipilih dan digunakan Ratu. Desain yang terpilih kemudian juga diikuti istri para bangsawan, terutama oleh para kekasih gelap, yang memandang istri resmi sebagai pesaing utama.

Berhubung ketika itu teknologi komunikasi belum berkembang, maka mode yang digunakan kaum kelas atas mampu bertahan sangat lama. Tetapi dengan tumbuhnya masyarakat kelas menengah yang mampu membayar penata rambut dan sejalan dengan sifat manusiawi yang menyukai dirinya dipandang sebagai bagian dari kelas yang berkuasa, maka mode dari tata rambut kaum kelas atas, juga mulai ditiru dimana-mana. Keadaan ini memaksa para penata rambut istana untuk membuat desain tata rambut yang baru lagi. Tidak lama kemudian, mode tersebut juga menyebar ke masyarakat luas, sehingga harus dibuat mode yang baru lagi, begitulah seterusnya.

Berkembangnya peradaban dan ketika manusia makin menyadari betapa pentingnya penampilan sebagai penunjang keberhasilan, maka fungsi alami rambut sebagaimana disebut di atas, satu per satu mulai tergeser oleh fungsi utamanya sekarang, yaitu sebagai penunjang penampilan. Untuk itu sangat dibutuhkan pilihan yang jeli, tepat dan sesuai dengan kondisi orang tersebut (status, tujuan, waktu, umur) dan sebagainya.