Showing posts with label MANAJEMEN USAHA KECANTIKAN. Show all posts
Showing posts with label MANAJEMEN USAHA KECANTIKAN. Show all posts

Cara Menyediakan Lingkungan Tenang dan Nyaman Bagi Pelanggan Salon Kecantikan

Untuk itu ada beberapa faktor fisik yang perlu diperhatikan:

1.   Kebisingan. Di dalam ruangan kecantikan, kebisingan perlu diperhatikan dan dijaga, agar pekerjaan dapat dilakukan dengan tingkat konsentrasi yang tinggi serta semua pekerjaan berjalan dengan lancar.

2.   Radiasi. Maksud dari radiasi adalah yang menyangkut penggunaan alat-alat listrik frekwensi tinggi dan alat berupa vapozone disertai radiasi sinar ultraviolet, lampu infra merah dan lampu-lampu pijar yang memancarkan gelombang-gelombang sinar panas. Secara prinsip radiasi ini hanya berlangsung selama pemakaian peralatan, akan tetapi harus hati-hati dan gunakanlah peralatan tersebut tepat pada waktunya, sebab efek samping dari gelombang-gelombang sinar panas tersebut, akan berakibat pada lensa mata dan sinar ultraviolet berakibat pada radang selaput ikat mata.

3.   Getaran mekanis, sekalipun dalam bidang kecantikan hal ini tidak merupakan suatu problema, namun bila lalai tentu juga akan memberikan efek samping.

4.   Iklim kerja, tata bangunan, letak tempat kerja, pertukaran udara yang baik, terdapatnya alat-alat yang memancarkan panas, sangat berpengaruh terhadap iklim kerja, untuk itu perlu diperhatikan kondisi dari peralatan tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akan tetapi memberi kenyamanan. Iklim kerja yang lebih baik dapat diciptakan antara lain dengan cara air conditioning tempat kerja. Satu hal yang harus diciptakan adalah jangan mengatur suhu terlalu rendah, karena ini dapat menyebabkan keluhan-keluhan dan kadangkadang meningkatnya penyakit saluran pernapasan. Sebaliknya jangan pula menggunakan suhu yang tinggi, karena akan menimbulkan kejang-kejang akibat kepanasan.


5.   Penerangan di tempat kerja; hal ini mutlak diperhatikan karena penerangan yang baik adalah berasal dari cahaya matahari, atau dari sumber cahaya buatan memungkinkan karyawan melihat objek yang dikerjakannya secara jelas, cepat, mudah.

a. Sifat-sifat penerangan yang baik ditentukan oleh:
·       Pembahagian kecerahan dalam lapangan penglihatan.
·       Derajat kesilauan.
·       Arah datangnya sinar.
·       Warna yang ditimbulkan.
·       Panas yang disebabkan oleh sumber cahaya.
b. Akibat-akibat dari penerangan buruk dapat berwujud sebagai:  
·       Kelelahan mata disertai dengan menurunya daya kerja dan efesiensi kerja.
·       Kelelahan mental.
·       Rasa pegal-pegal/sakit kepala disekitar mata.
·       Kerusakan mata.
·       Meningkatnya kecelakaan.

6.   Pada kenyamanan ruang kecantikan harus terbatas dari segala sesuatu yang berhubungan dengan bau yang tidak mengenakkan atau menimbulkan masalah. Adanya bau tersebut perlu di atasi sejak awal, sehingga dirasakan benar-benar nyaman.

7.   Kebersihan sebagaimana yang disemboyankan di dalam kehidupan bahwa kebersihan adalah sebagian dari keimanan. Untuk itu kebersihan di dalam tata kecantikan sangat perlu diperhatikan baik kebersihan di luar ruangan, di dalam ruangan maupun semua peralatan, bahan/pakaian, lenan dan kemasan kosmetika haruslah selalu dalam kondisi bersih.

Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja

Keamanan bekerja perlu diperhatikan agar tidak terjadi kecelakaan kerja dalam bekerja. Penyebab kecelakaan kerja dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian:

1. Penyebab yang berasal dari manusia itu sendiri

Dari hasil penelitian ditemukan ± 85% dari kecelakaan ringan bersumber dari manusia itu sendiri, contoh dari gejolak emosi, ketegangan jiwa, rasa jemu, benci dan putus asa serta kelelahan. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari faktor-faktor psikologis sebagai latar belakangnya.


2. Penyebab yang berasal secara mekanis dan lingkungan

Kecelakaan yang terjadi pada usaha kecantikan/salon, secara umum karena faktor mekanis, maksud kecelakaan ini terjadi adalah akibat beberapa peralatan yang menggunakan arus listrik, yang bisa menyebabkan kontak dengan tubuh sipemakai/pelanggan. Hal ini disebabkan karena kelalaian dan kurang perawatan dari peralatan-peralatan tersebut.

Dari penyebab-penyebab di atas dibutuhkan perhatian yang serius agar para pelanggan terjaga dengan baik kesehatan dan keselamatannya.  

Cara Menjaga Kesehatan Lingkungan

Kesehatan lingkungan bertujuan untuk menjadikan lingkungan hidup mampu memberi kemungkinan terbaik sebagai penunjang kesehatan.

Cara ini dapat dilakukan dengan:


a.   Menjaga agar lingkungan hidup tidak tercemar oleh kotoran, bahan kimia dan air limbah hasil buangan proses industri.
b.   Menjaga agar lingkungan bebas dari polusi udara dan polusi suara berupa kebisingan yang merugikan kesehatan jasmani dan rohani.
c.   Menjaga agar sumber air dan tumbuh-tumbuhan sebagai paru-paru lingkungan yang terpelihara keseimbangannya.

Ketiga bidang kesehatan di atas merupakan usaha yang saling mengait, saling mendukung dan menunjang. Karenanya ketiga bidang tersebut harus mendapat perhatian yang serius. Di samping hal di atas beberapa hal penting lainnya adalah dalam bidang keamanan bekerja.

Cara untuk Menjaga Stabilitas / Kesehatan Perusahaan Kecantikan

Pada dasarnya kesehatan perusahaan bertujuan untuk melindungi, memelihara dan mempertinggi tingkat kesehatan jasmani dan rohani manusia yang bekerja dalam suatu perusahaan, baik ia sebagai pimpinan perusahaan, karyawan/penata kecantikan maupun sebagai orang/tamu yang datang dan berurusan dengan perusahaan atau untuk dilayani dalam bidang kecantikan.

Usaha ini dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa faktor, seperti:


a.   Menjaga dan memelihara bangunan perusahaan sehingga aman dan nyaman bagi yang bekerja maupun yang berkunjung.
b.   Memenuhi penerangan yang cukup, aliran udara yang baik, penyediaan air yang cukup dan bersih, tersedianya kamar kecil yang memenuhi syarat kesehatan, tempat sampah yang tertutup dan kebersihan ruangan kerja yang terpelihara.
c.   Menjaga dan memelihara agar karyawan terbebas dari penyakit menular atau mengindap penyakit menular, sehingga tidak membahayakan terhadap karyawan ataupun pelanggan.
d.   Menyiapkan beberapa perangkat peralatan untuk pencegahan penyakit menular seperti: masker penutup mulut, sarung tangan karet yang dipakai untuk merawat pelanggan serta menjaga kebersihan.
e.   Menyediakan berbagai larutan antiseptik dan desinfektan yang efektif dan aman digunakan.

Arti dari Kesehatan Jasmaniah dan Kesehatan Rohaniah

a. Kesehatan jasmaniah;

Kesehatan jasmani artinya menjamin kesehatan tubuh lebih optimal dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

1)   Pemeliharaan tubuh dan alat-alat tubuh seperti (mandi, menyikat gigi, pemeliharaan rambut, kuku dan sebagainya secara teratur).
2)   Perhatikan dengan seksama pakaian yang dikenakan baik berupa busana itu sendiri maupun pelengkapnya, apakah ada bersih dan rapi, sesuai dengan keadaan lingkungan hidup dan lingkungan kerja.
3)   Makanlah dengan menu seimbang (4 sehat 5 sempurna).
4)   Lakukanlah senam atau olahraga lainnya sebagai latihan jasmani secara teratur, guna memperkuat otot dan melancarkan peredaran darah.
5)   Berusahalah selalu untuk memperhatikan sikap tubuh yang baik seperti: sikap berdiri, duduk ataupun berjalan, agar tidak terjadi ketegangan dan kelelahan otot yang tidak perlu terjadi.
6)   Selalulah menjadikan hidup ini menjadi suatu irama yang teratur, guna pemeliharaan kesehatan, seperti: waktu kerja, istirahat, makan/minum, latihan jasmani, rekreasi dan pembinaan jiwa.


b. Kesehatan rohani / rohaniah

Kesehatan rohaniah maksudnya adalah cerminan jiwa saat kita melakukan pekerjaan, seperti:

1)   Sebelum memulai pekerjaan pasanglah niat dengan baik.
2)   Amati jenis pekerjaan apa yang akan dilakukan dengan cermat, bukan gegabah.
3)   Lakukan suatu pekerjaan dengan hati yang tenang dan damai, bukan melakukan pekerjaan secara terpaksa, sebab bila terpaksa tidak dapat dicapai hasil yang maksimal. 

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepribadian Seseorang

Ada 3 faktor yang mendukung untuk mencapai hal yang menyangkut kepribadian, yakni sebagai berikut:

a) Faktor sifat

Sifat yang dimaksud secara umum adalah seseorang yang mencerminkan tingkah laku atau kualitetnya melalui sifat-sifat yang dipunyainya. Misalnya seorang wanita yang begitu cantik dari luarnya, tetapi memendam sifat yang tidak baik dihatinya, sehingga menyebabkan ia disisihkan dari pergaulan atau dicemoohkan orang lain.

Dalam hal ini ada beberapa sifat tidak baik yang dipunyai seseorang terutama wanita, antara lain:

·       Sombong dan angkuh. Sifat ini hanya akan mendatangkan kebencian orang banyak dan sama sekali tidak berguna.
·       Banyak mencela. Ada pribahasa mengatakan bahwa: orang yang banyak mencela berarti ada kekurangan di dalam dirinya. Sedangkan dalam khayalnya ia merasa seorang yang sangat pintar, padahal kepintarannya itu tidak ada gunanya sama sekali tanpa diiringi dengan kerja. Akhirnya perbuatan mencela ini akan mendatangkan rasa tidak simpatik terhadap orang lain.  
·       Galak merupakan suatu sifat yang tidak pada tempatnya dilakukan dalam pergaulan hidup. Ini hampir sama dengan sombong atau angkuh, karena hal ini menunjukkan orang yang berjiwa sempit dan kurang luwes ketika dalam pergaulan.
·       Ceroboh, biasanya orang yang begini kurang memikirkan dengan baik sesuatu pekerjaan yang akan dilakukan terlebih dahulu, sehingga sifat ini dapat dikatakan telah kehilangan fungsinya dengan baik.

b) Faktor pendidikan

Ada pengetahuan dalam diri seseorang sudah tentu merupakan hal yang positif, demikian juga pada diri wanita. Problem-problem dalam hidup biasanya dipecahkan oleh adanya pengetahuan.


Hal-hal yang bersifat pendidikan antara lain:

1.   Percaya pada diri sendiri, sehingga pada setiap tindakan yang dilakukan memberikan kenyakinan. Penyelidikan secara ilmu jiwa memberikan keterangan bahwa adanya kepercayaan pada diri sendiri dapat membuat seorang wanita menjadi lebih menarik lagi.
2.   Memahami pergaulan, merupakan suatu hal yang demikian penting tetapi kadang-kadang dilupakan oleh para wanita. Adalah hal yang janggal bila seorang wanita kedatangan tamu dirumahnya, mendapat kritikan-kritikan dari orang lain. Biasanya orang yang begini menjadi emosi (egonya akan muncul). Padahal kalau saja mau berfikir sejenak biasanya dibalik kritikan tersebut terdapat sesuatu hal yang membangun dan tak ada salahnya kalau kita menerima segala kritikan yang merupakan suatu tanda adanya jiwa bijaksana.
3.   Secara terbuka mau mengakui kesalahan dan meminta maaf atas perbuatan yang keliru. Hal ini akan membuat orang lain menjadi senang. Kita harus menyadari bahwa tidak selamanya maksud baik mendatangkan kebaikan. Juga kita harus maklum bahwa penilaian manusia satu sama lain berbeda dan berubah-ubah menurut keadaan.
4.   Selalu luwes dimanapun kita berada baik dirumah, dikantor ataupun sedang berbelanja.
5.   Tidak mudah terbawa arus, selalu menjaga keseimbangan pikiran dan perasaan sehingga tidak mudah terbawa kesan-kesan negatif dari orang lain.
6.   Mau belajar dari orang lain atau dari buku-buku, untuk menambah/mengoreksi kekurangan diri pribadi dan bukannya membanding-bandingkan segi kecantikannya.
7.   Dapat bekerja dengan metode yang tepat, bukannya asal bekerja saja.
c) Faktor pergaulan

Pergaulan sangat erat hubungannya dengan kecantikan. Bila seseorang yang cantik tapi hanya disimpan atau berdiam diri dirumah tanpa bergaul, jelas pemunculannya didepan umum akan kaku. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri bergaul dengan baik, sopan, atau selalu bersikap luwes, pandai mengendalikan emosi dan sebagainya.

Jadi, didalam pergaulan bukan pakaian yang bagus atau make-up yang menarik, akan tetapi bukan itu saja yang menjadi ukuran, melainkan cara/sikap yang simpatik dari orang tersebut. Hal ini dituntut dari suatu kebiasaan sejak dini yang dimulai dari rumah tangga (orang tuanya), di sekolah atau di kantor, lingkungan di mana ia tinggal ataupun banyak belajar dari pengalaman, buku dan sebagainya.

Apabila emosi tidak terkontrol dalam pergaulan, seperti terucap kata-kata yang buruk, akan mewujudkan iklim jiwa kita. Hal ini akan mengakibatkan rentetan yang panjang dalam hidup ini. Sekali kata-kata yang terucap dari mulut maka tidak sepatah katapun yang dapat dicabut lagi, apakah kata-kata ini menyenangkan atau menyakitkan hati orang yang mendengarnya. Setiap kata yang terucap dari mulut kita, menyatakan isi dan cara berfikir yang mencerminkan kepribadian kita.

Perkataan dan tindakan yang tidak terkontrol, merupakan penghalang bagi tercapainya keberhasilan, sehingga menyebabkan kegagalan yang sangat menyakitkan ataupun tidak menyenangkan. Kegagalan yang berulang-ulang akan membuat kita menderita tekanan batin yang hebat. Apabila tekanan ini dibiarkan berlarut-larut, dapat menyebabkan gangguan dan kelainan jiwa. Untuk mencapai hal tersebut maka kita hendaknya memperkuat keimanan sebagai dasar kesehatan psikis.